Misool, Surga Tersembunyi di Raja Ampat, Papua Barat

Mungkin belum banyak yang tahu jika Raja Ampat di Papua Barat adalah kepulauan yang besar dan dibagi ke dalam beberapa wilayah. Empat gugusan pulau terbesarnya yakni Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Nah, beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk traveling di salah satu pulau tersebut, yakni Misool. Misool sendiri berada di wilayah Selatan Raja Ampat dan berbatasan langsung dengan Laut Seram.

Modal Nekat ke Misool, Raja Ampat

Eits, saya nggak sendirian kok ke Misool. Saya kesana bersama dengan 3 orang teman lainnya (Asriel, Adi, dan Deddy) dengan cara backpacker. Oh ya, sebelumnya kami berempat sama sekali belum pernah menginjakan kaki di Misool! Kami kesana hanya bermodal informasi dari orang-orang yang sudah pernah ke Misool sebelumnya dan juga dari internet. Nekat banget ya! Hahaha πŸ˜€

Untuk berkunjung ke Misool, pertama-tama kita harus ke Kota Sorong, Ibukota Propinsi Papua Barat terlebih dahulu. Dari Jayapura sendiri, waktu yang ditempuh menuju Sorong dengan menggunakan pesawat udara tidak terlalu lama, yakni hanya sekitar 1 jam 50 menit saja. Sekali jalan biayanya sekitar 700-800rb jika menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Setibanya di Kota Sorong, baru kita dapat melanjutkan perjalanan ke Misool dengan menggunakan kapal feri milik Pelni selama 8 jam dari Pelabuhan Rakyat. Biayanya sekitar Rp 200.000,-/orang. Itu kalo belum naik ya!

Akses dari Bandara menuju Pelabuhan Rakyat tidak ribet kok. Untuk menjangkaunya, kita bisa menggunakan taksi bandara, ojek maupun angkot. Ya disesuaikan saja dengan budget yang ada. Kalo saya kemarin sih naik angkot. Biayanya hanya sekitar 20rb saja per orang. Murah meriah! πŸ˜€

Rute kapal feri dari Sorong menuju Misool pun memiliki jadwal tersendiri, yakni berangkat tiap Senin tengah malam sekitar pukul 00.00 WIT dan tiba pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIT di Pelabuhan 35. Sedangkan rute dari Misool ke Sorong adalah pada hari Kamis maupun Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIT dari Pelabuhan Yellu. Sekedar saran, jika berencana ke Misool dengan menggunakan kapal feri, ada baiknya untuk menyewa kamar VIP agar barang bawaan lebih aman terjaga. Lumayan kan selama 8 jam perjalanan digunakan untuk beristirahat tanpa harus takut kehilangan barang bawaan. Eits, asal kamar jangan lupa dikunci aja ya! πŸ˜›

Oh ya, biaya sewa kamarnya sekitar 300rb saja per kamar. Satu kamar terdiri dari 2 ranjang susun disertai dengan fasilitas AC maupun kipas angin. Kamarnya bersih dan nyaman untuk digunakan. Seranjang bisa untuk berdua kok. Jadi sekamar muat untuk 4 orang. Bahkan sebenarnya berlima pun masih bisa, asal satu orang lainnya rela tidur di lantai πŸ˜†

Ada kabar bagus nih. Info dari seorang teman, sekarang untuk menuju ke Misool dari Kota Sorong selain menggunakan kapal feri juga sudah bisa ditempuh menggunakan kapal ekspres. Waktu tempuhnya pun menjadi lebih singkat, yakni hanya sekitar 4-5 jam saja. Lumayan banget ya bisa ngirit waktu. Hanya saja untuk jadwal keberangkatannya masih tetap tidak setiap hari, yakni hanya pada hari Senin dan Rabu pukul 12.00 WIT serta Jum’at pukul 14.00 WIT. Namun untuk jadwal pastinya, silahkan tanyakan langsung ke pihak Pelni atau masyarakat sekitar yang ada di Pelabuhan Rakyat Sorong. Ya kali aja ada perubahan jadwal keberangkatan. Hehe.

Selama perjalanan dari Sorong ke Misool saya tidur pulas. Hahaha. Maklum, itung-itung siapkan stamina sebelum bertualang di Misool nanti. Setibanya di Pelabuhan 35, Misool saya langsung takjub! Bayangin aja, mata saya langsung dimanjakan dengan keindahan bawah lautnya. Jerniiiiih banget air lautnya! Sampai-sampai saya bisa melihat dengan jelas terumbu karang dan beraneka ragam ikan yang belum pernah saya lihat sebelumnya! Speechless!

Misool, Surga Tersembunyi di Raja Ampat

Penginapan Selama di Misool, Raja Ampat

Di Misool, saya menginap selama 3 hari 2 malam di Nut Tonton Homestay, biayanya sekitar 700rb/orang/malam. Itu sudah termasuk biaya makan 3 kali/hari. Jarak tempuh dari Pelabuhan 35 menuju homestay tidak terlalu jauh, hanya sekitar 30 menit saja dengan menggunakan speedboat. Nah, ribetnya di Misool, untuk menuju ke berbagai lokasi wisata kita harus menggunakan speedboat atau longboat. Jadi memang kita harus mempersiapkan budget lebih untuk menyewa alat transportasi ini. Biaya sewa longboat per harinya sekitar 3 juta. Lumayan mahal sih memang! πŸ˜€

Sinyal telepon seluler juga masih susah disana, bahkan akses listrik pun belum tersedia secara merata. Oleh karena itu jangan heran akses listrik di penginapan masih menggunakan genset dengan waktu yang sudah ditentukan. Hahaha.

Selama perjalanan dari Pelabuhan 35 menuju homestay, saya geleng-geleng kepala karena takjub. Bahkan sesekali saya teriak-teriak nggak jelas karena kegirangan. Wajar saja kalo Misool disebut salah satu surga tersembunyi yang ada di Raja Ampat, Papua Barat!

Setibanya di Nut Tonton Homestay, saya tambah speechless. Gilaaaa, ini mah tempat tinggal impian banget! Bentuk homestaynya tradisional dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Letaknya juga berada persis di bibir teluk, jadi serasa punya pulau pribadi selama di Misool.

Air laut di sekitar Nut Tonton Homestay jernih dan berwarna hijau tosca. Banyak pula ikan-ikan kecil dan terumbu karang yang tumbuh di dekat homestay. Bahkan saat malam tiba, dengan mudahnya kita bisa melihat cumi-cumi berkeliaran di depan penginapan! Mau makan ikan tinggal mancing saja di depan penginapan, nggak perlu jauh-jauh. Amazing! Tanpa pikir panjang, tak lama setibanya di homestay saya pun langsung nyemplung ke laut yang berada persis di depan kamar. Sedangkan sore harinya, saya menikmati sunset yang cantik dari Nut Tonton Homestay. Bagi saya, semua sudut dari homestay ini sangat istimewa. Ah, sama sekali bersyukur selama di Misool bisa tinggal di tempat secantik ini. Sebuah pilihan yang buat saya pribadi sangat tepat πŸ™‚

Selama di Misool, ada beberapa tempat yang saya kunjungi. Penasaran pengen tahu apa apa? Check this out!

1. Balbulol

Keunikan Balbulol, Misool, Raja Ampat

Balbulol merupakan salah satu tempat wisata di Misool yang berbentuk laguna dan terdiri dari beberapa batuan karst berbentuk kerucut yang ditumbuhi berbagai tanaman. Kalo dilihat sepintas, bentuknya mirip banget ya sama nasi tumpeng. Hehehe.

2. Love Pool, Dafalen

Laguna Berbentuk Hati di Dafalen, Misool

I Love You! πŸ˜†

Seperti namanya, disini kita bakal melihat laguna berbentuk hati. Nah, untuk bisa melihat lagunaa berbentuk hati tersebut kita harus trekking selama 20-30 menit. Jika hujan, jalanannya lumayan licin. Jadi harus hati-hati banget ya. Belum lagi saat trekking kita hanya berpegangan pada ranting pohon yang diikat tali menyerupai peganggan anak tangga. Lumayan serem sih. Hahaha. Tapi saat sampai di atas, semuanya bakal terbayarkan! Saya terkagum-kagum banget melihatnya.

3. Puncak Harfat

Puncak Harfat, Misool, Raja Ampat

Puncak Harfat nggak kalah kerennya dibanding tempat lainnya yang ada di Misool. Untuk menikmati keindahan di Puncak Harfat ini, seperti Love Pool kita harus trekking terlebih dahulu. Jalur trekkingnya pun tidak jauh berbeda antara keduanya. Diatas Puncak Harfat, kita bakal menikmati pemandangan berupa bukit dan gunung karst yang menjulang tinggi layaknya ciri khas Raja Ampat lainnya seperti yang ada di Wayag maupun Pianemo.

4. Goa Keramat

Goa Keramat di Misool, Raja Ampat

Seperti namanya, tempat yang satu ini memang berupa gua. Kenapa dibilang keramat? Karena di goa ini terdapat makam sepasang tokoh Islam suami istri yang memang dikeramatkan. Saya sempat snorkeling di dalam Goa Keramat ini. Agak spooky sih memang karena saya sempat takut muncul buaya laut dari celah-celah goa. Hahahah πŸ˜†

Saat menuju ke Goa Keramat, di perjalanan saya bertemu dengan kawanan lumba-lumba. Disitu saya pengen nangis rasanya karena itu adalah kali pertama saya melihat kawanan lumba-lumba secara langsung di laut lepas!

5. Danau Ubur-ubur

Keunikan Danau Ubur-ubur, Misool, Raja AmpatAh, sayangnya pas disini nggak ada foto saya yang bagus πŸ˜†

Danau? Iya, danau! Jadi, hal unik lainnya yang ada di Misool adalah adanya danau di tengah-tengah laut. Namanya danau, airnya pun tawar. Sama sekali tidak berasa air lautnya. Untuk kesini, kita harus trekking sedikit dan kemudian turun ke arah danau. Uniknya lagi, berbeda di tempat lainnya, ubur-ubur disini sama sekali tidak menyengat! Selain ubur-ubur, kita juga bakal menemui lele! Saya sempat dibuat kaget saat snorkeling disini karena awalnya saya pikir hiu, eh tahunya lele! πŸ˜†

6. Namlol

Namlol, Misool, Raja Ampat

Namlol terdiri dari formasi batu karang yang airnya cukup dangkal. Tempat wisata ini sangat unik karena bagian tengahnya justru lebih dangkal dibanding bagian tepinya. Kalo diperhatikan, bentuknya pun seperti lidah api. Hehe.

Selain ke tempat-tempat tersebut, saya pun sempat snorkeling di salah satu pulau yang ada disana. Saya kurang tahu pasti sih nama pulaunya apa. Yang saya tahu tempatnya indah banget! Terumbu karang dan ikannya sangat beraneka ragam dan berwarna-warni. Ah, pemandangan bawah laut Misool, Raja Ampat memang selalu menarik untuk dinikmati!

Snorkeling di Misool, Raja Ampat

Di perjalanan pulang menuju penginapan, saya bertemu dengan salah satu turis asal Australia sekitar 60-an tahun yang melambaikan tangan dari atas yacht pribadinya. Tanpa pikir panjang saya dan teman pun langsung menghampiri. Kali saja ada yang bisa kami bantu. Ternyata turis tersebut bertanya dimana lokasi yang cocok untuk membuang jangkar, namun posisinya tidak terlalu dalam dan juga tidak merusak terumbu karang. Gila, aware banget ya! Dengan bantuan pemilik longboat, kami pun coba mengarahkan turis tersebut dari atas Yacht pribadinya. Setelah berhasil mengarahkan, tak butuh waktu lama kami pun langsung mengabadikan foto diatas yacht tersebut. Kapan lagi coba bisa naik yacht di Raja Ampat? Hahahah πŸ˜†

Traveling Dengan Yacht di Misool, Raja Ampat

Perjalanan selama 3 hari 2 malam di Misool, Raja Ampat rasanya masih kurang. Masih banyak yang pengen di eksplore. Kalo ada rejeki dan umur panjang, pengen deh bisa balik kesana lagi. Ya, mungkin dengan lokasi yang berbeda, bukan lagi Misool. Kenapa? Karena pesona Raja Ampat tak hanya Misool semata melainkan masih banyak tempat eksotis lainnya. Hehe.

Kalau kalian ada kesempatan untuk ke Misool, Raja Ampat. Kira-kira hal apa sih yang akan dilakuin disana? Share dong! πŸ˜‰

93
Keindahan Wisata Alam
81
Akses ke Lokasi
74
Sarana dan Prasarana
90
Kebersihan

Comments (108)
  1. […] Misool, Surga Tersembunyi di Raja Ampat, Papua Barat […]

  2. BaRT September 13, 2018, 9:24 pm

    Raja Ampat ini salah satu tempat yang masuk daftar ingin kukunjungi tapi belum juga kesampaian. Hmmm kalau bisa sampai ke sana, yang pengen banget aku lakuin selain snorkeling adalah diving. Mau scuba ataupun freedive gak masalah deh. Yang penting diving hahaha.

    Aku baru tau kalau ternyata Misool ini bisa dijelajahi secara independent dan backpackeran. Selama ini aku pikir harus dalam kelompok besar.

    O iya, aku pernah dengar ada ijin dan biaya khusus untuk menjelajahi Raja Ampat. Semacam visa begitulah, jadi kalau kita masuk dan sudah bayar nanti akan diberi semacam pin/stiker. Dari ceritamu ini kok kayanya gak berlaku di Misool. Ada info soal ini kah?

    Arrgghhh makin pengen ke sana deh setelah baca postinganmu satu ini Hans. Lemme know if you have any plan to explore Raja Ampat again ya. Siapa tahu ada rejeki dan bisa gabung. Aamiin πŸ™‚

    • Hans September 15, 2018, 3:26 pm

      Gak harus dalam kelompok besar kok mas, 4org aja udah cukup.
      Asal itinerarynya jelas, jadi gak pada bingung lagi pas sampe sana.
      Satu lagi, harus bener2 cari info kesana kemari buat yang belum pernah sama sekali ke Raja Ampat, hehhe πŸ˜€

      Gak ada ijin khusus kok mas.
      Mungkin untuk aksesnya saja, karena biasa emang butuh yang namanya pin Raja Ampat.
      Jadi berbayar gitu, kalo gak salah biayanya sekitar 300 atau 500rb gitu per pin.
      Cuma kemarin saya gak kena sih, apa karena ke Misool (Raja Ampat Selatan) bukan ke Pianemo dkk (Raja Ampat Utara).
      Saya kurang tahu juga sih soal itu hehehe πŸ˜€

      Saya pengen balik lagi sih kesana, pengen eksplore Raja Ampat Utara.
      Semoga ada rejeki dan umur panjang, hehehe.
      Nanti saya kabarin ya mas πŸ™‚

      • BaRT September 15, 2018, 9:48 pm

        Ok Hans, makasih banyak untuk penjelasanmu.
        Tetap berbagi keindahan alam dan budaya Papua ya πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.