Pengalaman Berlibur ke Bali Saat Pandemi Covid-19

“Hah, berlibur disaat pandemi? Kok berani?”
Tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk bisa traveling di masa pandemi Covid-19 sekarang ini karena bisa dibilang sangat tidak disarankan. Selain dibayangi rasa was-was terlular / menularkan virus Covid-19, akses ke berbagai tempat wisata pun terbatas. Banyak tempat wisata yang memilih tutup atau bahkan “dipaksa” tutup oleh pemerintah setempat.

Trus, ngapain ke Bali?

Jadi, pertengahan Januari kemarin saya sempat ke Bali. Tujuan utamanya tentu bukan untuk berlibur, melainkan untuk menghadiri acara pernikahan sahabat saya yang sempat tertunda hingga hampir setahun lamanya. Acara pernikahannya sendiri seharusnya dilaksanakan pada pertengahan April 2020. Namun sayang, saat itu masih awal pandemi di Indonesia dan ada begitu banyak kasus terkonfirmasi Covid-19 di Pulau Bali sehingga tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pada saat itu. Tiket pesawat yang sudah dipesan sejak jauh hari pun akhirnya saya refund dalam bentuk travel credit (sesuai kebijakan maskapai Garuda Indonesia). Agak kesel sebenernya karena refund yang diperoleh dalam bentuk Travel Credit karena bisa dibilang kita agak “dipaksakan” untuk tetap berangkat menggunakan maskapai tersebut. Belum lagi terdapat batas waktu dalam penggunaan travel creditnya.

Singkat cerita di pertengahan bulan Januari 2021 kemarin akhirnya pernikahannya baru bisa dilaksanakan. Tidak banyak tamu undangan yang hadir, hanya sekitar 50 orang saja sesuai dengan kebijakan pemerintah setempat disaat itu. Hanya pihak keluarga besar dari kedua mempelai dan kerabat terdekat saja yang hadir. Tapi untuk prokes (pakai masker, jaga jarak, dll) tetap dijalankan secara ketat. Itu wajib hukumnya!

Pariwisata Bali Terdampak Covid-19

Oh ya, sedih banget melihat Bali yang tidak seperti biasanya. Sepi dari para wisatawan, baik asing maupun mancanegara. Belum lagi sepanjang Jalan Legian banyak cafe, club malam, pertokoan dan penjual pernak-pernik Bali yang tutup. Jalan di Seminyak pun sepi, padahal biasanya rame bahkan hingga meninmbulkan kemacetan pada jam-jam tertentu. Bali sedang tidak baik-baik saja, apalagi sektor pariwisata yang selalu diandalkan oleh Pulau Dewata ini.

Kali ini tidak banyak tempat yang saya kunjungi selama di Bali, paling hanya cafe dan mall saja buat cari makan atau sekadar cuci mata. Itupun harus mengatur waktu sebaik mungkin karena saat itu terdapat pembatasan jam malam hingga pkl 20.00 WITA saja. Saat di hotel pun saya lebih sering pesan makan lewat Grabfood atau Gofood dibanding memilih makan diluar. Ya, sebenernya lebih karena mager juga sih! Hahaha.

Hotel Lloyd's Inn Seminyak Hotel Aveda Bali

Ini foto yang saya ambil ketika sedang berada di Cafe Neon Palm Bali dan Panama Kitchen yang letaknya tidak jauh dari Hotel saya di Seminyak. Oh ya, saya hanya melepas masker sementara kok hanya sekadar untuk mengambil foto saja dan kebetulan juga sedang tidak banyak pengunjung disana. Bahkan hanya saya doang kayaknya pada saat itu. Jadi benar-benar sepi dan berani melepas masker untuk sesaat.

Neon Palms Bali

Panama Kitchen Bali Panama Kitchen Bali

Seperti biasa, selama di Bali saya memilih untuk menyewa motor saja dan kali ini Vespa matic pilihannya. Selain harganya masih terjangkau, kesan classic namun tetap terlihat trendi menjadi pertimbangannya. Kalian sendiri udah pada nyoba belum nih? Kalo belum, next saat pandemi usai dan kalian akan ke Bali coba deh nyewa Vespa disana. Pokoknya cakep banget lah! Hehe.

Neon Palms Bali

Oh ya, saat terpaksa harus berpergian disaat pandemi seperti ini, mungkin tips berikut ini bisa kalian coba.

  • Jaga jarak, bawa selalu hand sanitizer/sering cuci tangan dengan sabun dan selalu gunakan masker dengan benar. Ini wajib hukumnya!
  • Hindari kerumunan.
  • Jika ingin berwisata, pilih wisata outdoor karena para pakar meyakini bahwa penularan virus Covid-19 bisa melalui udara dalam ruangan yang kurang baik sirkulasinya.
  • Jaga kondisi badan. Jangan lupa untuk membawa dan minum vitamin atau suplemen secara teratur.
  • Memilih hotel yang tidak terlalu ramai dengan sirkulasi udara yang baik serta sesuai standar pelayanan dimasa pandemi Covid-19.
  • Berdoa.

Selain hal tersebut diatas, jangan lupa untuk terus update berita terbaru seputar kota / daerah yang akan kalian tuju karena bisa jadi kota / daerah tersebut punya kebijakan yang berbeda-beda. Hal lainnya yang perlu kita siapkan juga adalah budget yang lebih karena dari pengalaman saya selain menyiapkan biaya untuk Rapid Tes Antigen / Swab PCR, maskapai terkadang bisa membatalkan atau merubah jadwal penerbangan kita sewaktu-waktu, contohnya penerbangan saya dari Bali – Makassar yang saat itu di cancel secara mendadak. Panik? Oh tentu saja karena pemberitahuannya kurang dari 1×24 jam! Alhasil, saat itu juga saya harus beli tiket baru dengan menggunakan maskapai yang berbeda. Puji Tuhan masih ada jadwal penerbangan yang cocok dengan jadwal penerbangan saya selanjutnya (Makassar – Jayapura).

Memang sih ketika di cancel sepihak oleh pihak maskapai tiket kita nggak sepenuhnya hangus, namun bisa di refund full baik cash ataupun dalam bentuk travel credit (lagi-lagi tergantung kebijakan maskapai masing-masing). Tapi, refundnya gak bisa saat itu juga. Butuh waktu yang cukup lama, bisa sampai berbulan-bulan. Jadi, itu sebabnya emang harus punya duit ekstra buat jaga-jaga. Jika tidak, plan yang sudah kita susun sedemikian rupa sejak jauh-jauh hari bisa berantakan begitu aja. Serem kan? Hehe.

Nah, jadi gimana apakah kalian tetap akan melakukan perjalanan keluar kota entah itu untuk liburan atau tujuan lainnya disaat pandemi seperti ini? Tentu sudah tahu dong konsekuensinya seperti apa? Mungkin ada yang punya pengalaman berbeda ketika berpergian disaat pandemi Covid-19 sekarang ini? Boleh dong di share di kolom komentar dibawah ini!

Stay safe and healthy everyone!

Comments (79)
  1. Supriyadi July 11, 2021, 12:33 pm

    Memang Bali sedang tidak baik-baik saja bang. Saya pun mengamini apa yang abang cerita kan. Jalanan Kuta-Legian yang sepi, bak kota mati, dan pembatasan kegiatan juga turut dilakukan di Bali tiap harinya hingga pukul 20.00 Wita.

    Semoga pagebluk dan pesakitannya segera berakhir, supaya kita bisa berlibur dan hidup normal seperti biasa. Amin

    • Hans July 14, 2021, 10:52 am

      Amin, semoga semua segera berakhir ya mas.
      Kalo kayak gini yang ekonominya sulit makin jadi sulit.
      Tetap sehat selalu mas!

  2. dea merina July 11, 2021, 3:16 pm

    bener banget. aku juga ikutan sedih liat Bali yang biasanya penuh orang jadi kosong melompong. apalagi liat foto di atas yang bener-bener nggak ada oang 😥

    nggak kebayang gimana mereka yang kerja di bidang pariwisata 😶
    semoga pandemi ini cepat berlalu

    • Hans July 14, 2021, 10:26 am

      Aku sempat ngobrol sama salah satu karyawannya, katanya di tempatnya kerja ada pengurangan karyawan dan gaji juga disesuaikan karena emang sepi banget dibanding biasanya.
      Miris sekali sih.

  3. Agus Warteg July 12, 2021, 12:31 am

    Kasihan sekali ya, Bali sekarang sepi sekali, daerah Seminyak yang biasa nya macet juga lengang.

    Memang ini akibat korona, banyak wisatawan yang memilih menunda jalan-jalan sampai keadaan aman.

    • Hans July 14, 2021, 10:28 am

      Iya mas, apalagi banyak negara juga kan yang kasih “warning” bahkan blacklist Indonesia karena menjadi salah satu negara dengan kasus aktif Covid19 terbanyak saat ini.
      Sehat selalu ya mas!

  4. ainun July 12, 2021, 2:03 am

    finally ada update-an terbaru, udah lama banget soalnya
    kalau untuk pergi pergi pake pesawat baru 1x aku cancel di desember 2020, jadi batal traveling
    dan memang untuk bepergian saat ini kudu sedia budget extra, terutama biaya swab atau pcr yang memang nggak murah.

    foto jalanan di Bali sepi banget itu ya,, banyak banget yang terdampak
    semoga segera bangkit dan pandemi cepet kelarnya biar banyak wisatawan ke sana,, termasuk aku juga

    • Hans July 14, 2021, 10:22 am

      Hehehe iya ya setelah beberapa tahun akhirnya update juga nih 😀
      Iya bener, harga swab atau PCR malah kadang lebih mahal dibanding harga tiketnya 😀

      Amin, semoga kita bisa jalan2 kemana aja lagi tanpa perlu was2 karena penyakit dan hal lainnya. Amin.

  5. Edot July 12, 2021, 10:15 am

    Bali emang keliatan beda banget setelah pandemi ya.. jadi keliatan sepi gitu.

    Walaupun keliatannya lebih longgar karena jarang ada pengunjung tapi emang tetep kudu jaga prokes terus ya

    • Hans July 14, 2021, 10:23 am

      Iya mas, jauh berbeda banget.
      Hampir bisa dibilang kek kota mati apalagi saat PPKM sekarang ini.

      Bener mas, harus tetap waspada soalnya kita gak bisa lihat virusnya kan.
      Stay safe & healthy mas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *